PMKRI Cabang Mataram Sebut Jokowi Tidak Layak Lagi Pimpin Indonesia

  • Whatsapp
Mantan Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Mataram Adrianus Zogara
banner 468x60

Kota Kupang, penanusantara.com – Penolakan terhadap revisi Uu KPK datang dari PMKRI Cabang Mataram. Saat Mimbar Bebas di depan Marga Juang PMKRI Cabang Kupang, Senin, 23 September 2019 siang, Mantan Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Mataram Adrianus Zogara menyebut bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak layak lagi memimpin Negara Republik Indonesia.

Dirinya menilai Keberadaan KPK sebagai lembaga independen di negara ini adalah lembaga yang mengawal anggaran anggaran negara maka,  perlu di pertanyakan dengan adanya revisi UU KPK yang di ajukan oleh DPR dan di setujui oleh presiden.

Read More

banner 300250

“Jokowi tidak lagi hadir menjadi Presiden RI jilid 2, kami secara tegas dan mengecam atas tindakan pemerintah dan DPR yang hari ini telah menghianati mayoritas suara rakyat Indonesia,” tegasnya

Pihaknya berharap bahwa semua elemen di mana pun mereka berada, mereka pun tetap berjuang dengan cara masing-masing untuk menolak revisi UU KPK.

Sementara itu, Ketua PMKRI Cabang Tondando Antoni Talubun  ikut dalam orasinya tersebut mengajak semua masyarakat dari Kupang untuk Indonesia untuk sama-sama menyuarakan menolak Revisi UU KPK.

Dirinya juga mendesak kepada Pemerintah untuk segera mengambil tindakan karena banyaknya kasus-kasus yang sudah dapat diselesaikan oleh KPK sehingga muncul Revisi UU KPK hanya untuk melemahkan KPK.

Selain itu, salah satu yang dikritisi PMKRI adalah soal pengusulan dibentuknya Badan  pengawas KPK. Badan pengawas itu, disebut PMKRI tidak ada urgensinya sama sekali.

Ikut dalam mimbar bebas tersebut, PMKRI Cabang Kupang, Maumere, Malaka, Kefa, Tondando, Jogyakarta,  Atambua, Ruteng, Tambolaka, Sumba Barat dan Merauke.

Ade Racel

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *