Polsek Lamaknen Gelar Coffee Morning Bersama Wartawan, 16 Kasus Diselesaikan Secara Restorative Justice

  • Whatsapp
Suasana Coffee Morning dikemas apik santai, selain kopi, Makanan yang disiapkan pun makanan lokal. Ada jagung dan ubi.
banner 468x60

Atambua, penanusantara.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Lamaknen menggelar Coffee Morning atau ngopi bareng bersama Wartawan di wilayah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Suasana Coffee Morning dikemas apik santai, selain kopi, Makanan yang disiapkan pun makanan lokal. Ada jagung dan ubi.

Pantauan media ini, Wartawan yang hadir pun begitu lahap menikmati kopi, jagung dan ubi.

Kepala Polsek Lamaknen, Yesaya Lontorin dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada segenap wartawan yang memenuhui undangan Coffee Morning di Polsek Lamaknen, Rabu (30/11/2022).

Kegiatan coffee morning bersama awak media, menurut Kapolsek Yesaya Lontorin sebagai wadah informasi untuk membangun daerah melalui pemberitaan yang positif dan membangun masyarakat dalam memberikan informasi, sekaligus mempererat hubungan komunikasi antara wartawan dengan jajaran Polsek Lamaknen.

Disebutkannya, pertemuan ini dapat dijadikan sebagai wadah sharing informasi dan koordinasi wartawan dengan jajaran Polsek Lamaknen dalam meningkatkan sinergitas.

Disampaikan Yesaya Lontorin, Polsek Lamaknen sendiri sampai saat ini mewadahai dua Kecamatan yakni Kecamatan Lamaknen dan Lamaknen Selatan.

Kecamatan Lamaknen terdiri dari 9 desa dan 43 dusun, sementara Lamaknen Selatan terdiri dari 8 desa meliputi 42 dusun.

Personil atau anggota yang berada di wilayah Polsek Lamaken sebanyak 20 anggota, 16 anggota bertugas di Polsek Lamaknen, sementara 4 anggota lainnya bertugas di sub sektor.

Sementara pada tahun 2022 ini sebanyak 21 kasus yang ditangani Polsek Lamaknen.

Sebanyak 21 kasus itu, P21 atau hasil penyidikan sudah lengkap terdapat 1 kasus, 4 kasus saat ini sementara dilidik dan 16 kasus lainnya ditangani melalui penanganan Restorative justice.

Menurut Kapolsek Lamaknen dari sekian kasus itu
dominan penganiayaan ringan.

Usai pertemuan itu, Kapolsek dan wartawan turut meninjau sejumlah langkah penanganan darurat pasca longsor di ruas Jalan Weluli – Fulur, Kecamatan Lamaknen yang telah ditanganai sementara oleh pihaknya bersama DPRD Belu asal Dapil 3 Frans Xaver Saka atau akrab disapa Apin Saka dan Kepala Dinas PUPR Belu Vincent K. Laka.

Kepala Polsek Lamaknen, Yesaya Lontorin mengatakan longsor itu terjadi akibat hujan yang lebat dan juga kendaraan berat yang masih melintas di ruas jalan tersebut.

Menurut Kapolsek, jika hujan yang terus menerus maka ruas jalan yang diperbaiki untuk itu sementara akan runtuh atau rusak kembali, selain itu sejauh ini ruas jalan ini selelalu di lewati kendaraan besar. (pn)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *