PPJ : Pena Nusantara dan Jurnalis Cerdas Bermedia

  • Whatsapp
Elisabeth Pricillia Wella Uman, (Mahasiswi Ilmu Komunikasi UNDANA) , Peserta Pelatihan Jurnalistik (PPJ) Pena Nusantara
banner 468x60

Kupang, penanusantara.com – Sabtu, 18 September 2021 menjadi hari yang penuh makna sekaligus bermanfaat bagi 106 peserta pelatihan online dari berbagai latar belakang profesi, pasalnya ada segudang ilmu seputar jurnalistik oleh Pena Nusantara, salah satu media berita yang ada di NTT, dengan topik Cerdas Menembus Media. Pelatihan yang diberikan secara gratis ini jelas tidak akan dilewatkan oleh 106 peserta yang beberapa hari sebelumnya telah mendaftarkan diri secara online.

Kegiatan pelatihan yang dimulai pada pukul 18.00 WITA tersebut diselenggarakan secara virtual melalui platform zoom dalam rangka peringatan ulang tahun ke-5 Pena Nusantara sebagai media jurnalisme. Pena Nusantara hadir dalam forum publik bukan hanya sebagai media pemberitaan tetapi juga media penyalur ilmu yang pastinya terkait erat dengan jurnalistik, dengan harapan muncul penerus-penerus jurnalis handal yang bukan saja elit dalam pemberitaan tetapi jurnalis yang mengedepankan fakta.

Read More

banner 300250

Yoseph Pito Atu, pemimpin redaksi Pena Nusantara membuka pelatihan jurnalistik, diikuti oleh pemateri pertama Frederikus R. Bau (Ketua KPID NTT) dengan materi “Kemampuan Menganalisis Media” yang mengena pada fenomena teknologi digitalisasi saat ini dimana ada suatu situasi yang tidak pasti atau yang disebut VUCA ZONE (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity Zone).

Ia pun menekankan bahwa ungkapan lama yang menyatakan berita buruk mengenai seseorang (terlebih menyangkut pejabat, pengusaha atau sebut saja orang-orang dengan pengaruh yang besar) akan menjadi berita baik bagi seorang wartawan harus dikubur dalam-dalam.

“Good news is good news bagi seorang wartawan!” ujarnya tegas.

Tak hanya menuntut analisis media yang tajam, seorang jurnalis harus mampu menguasai teknik investigasi dan inilah materi yang dibawakan Maria Rita Ida Husagian, pemimpin redaksi Ketong NTT.

“Seorang jurnalis harus selalu mengikuti perkembangan zaman dalam menginvestigasi!” tegasnya.

Sebagai pemimpin redaksi, Maria Rita pun mengatakan bahwa teknik investigasi tidak dapat serta merta dikuasai dalam sekali pengalaman, layaknya jenjang persekolahan yang harus dilewati tahap demi tahap, teknik investigasi pun menuntut adanya pengalaman sekaligus pembelajaran

Analisis media dan teknik investigasi memang menjadi amunisi seorang jurnalis, namun yang harus jangan lupa akan adanya kode etik jurnalis yang kian memiliki tantangan sejalan dengan perkembangan zaman. Kebenaran, keloyalan, independent dan sederet kode etik lainnya menjadi ujung tombak jurnalis dalam mengarungi dunia jurnalisme yang selalu disuguhi berbagai tantangan.

Lewat pelatihan jurnalistik, Pena Nusantara sukses menjadi media pemberitaan yang mengedukasi dan menginspirasi dibuktikan dengan lima tahun berkarya dalam pemberitaan dengan info faktual, tanpa sensasional karena yang menjadi kunci dalam dunia jurnalisme bukan terletak pada pamornya melainkan pada fakta yang diberitakan. Kiranya lewat pelatihan jurnalistik oleh Pena Nusantara, lahir jurnalis-jurnalis yang tak hanya populis tapi juga etis dalam pemberitaan dengan memanfaatkan media informasi seturut tuntutan zaman. Salam jurnalis!

Penulis : Elisabeth Pricillia Wella Uman (Mahasiswi Ilmu Komunikasi UNDANA)

Peserta Pelatihan Jurnalistik (PPJ) Pena Nusantara

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *