Prodi PJKR UKAW Latih Mahasiswa Menyusun Skripsi sesuai Template

  • Whatsapp
Pose bersama wakil dekan 3 FKIP, panitia, narasumber, dan peserta pelatihan penyusunan skripsi sesuai template di Aula Utama Gedung O UKAW. (Sabtu, 11/12/2021).
banner 468x60

Kota Kupang, penanusantara.com – Kiat untuk mempercepat studi mahasiswa kembali digagas oleh Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana. Kali ini, Prodi yang diketuai oleh Jusuf Blegur ini melaksanakan pelatihan penyusunan skripsi sesuai template, bertempat di Aula Utama Gedung O UKAW, Sabtu (11/12/2021) lalu.

Mahasiswa akhir yang sementara menyelesaikan tugas akhir sekarang dipermudah dengan tersedianya template dan video tutorial yang dibuat oleh Prodi. Template tersedia untuk penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif, maupun penelitian tindakan. Walau demikian, masih saja dijumpai kelalaian mahasiswa ketika menyusun proposal maupun skripsi yang tidak sesuai template.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Ini nyatanya cukup menyita waktu dan tenaga baik bagi dosen pembimbing, dosen penguji, maupun mahasiswa, karena masih terkendala dengan hal-hal sederhana seperti template. Padahal, waktu bimbingan dioptimalisasi mahasiswa dan dosen untuk mendiskusikan, merumuskan, dan memperbaiki hal-hal subtansi dalam penyelesaian tugas akhir. Harapannya, agar mahasiswa lebih cepat menyelesaikan studinya.

Wakil Dekan 3, M. Rambu P. Wasak membuka langsung pelatihan kemahasiswaan ini. Awal sambutannya, Ka. Prodi PJKR era Dekanat Lukas Manu ini menyampaikan apresiasi kepada program studi dan panitia yang telah berupaya memikirkan kebutuhan mahasiswa untuk mempercepat studinya. Apalagi semua acara dipandu oleh mahasiswa (misalnya, MC maupun moderator). Fakultas selalu mendukung penuh hal positif ini, karena turut andil memberi ruang kepada mahasiswa untuk mengembangkan soft skills-nya.

“Pelatihan sangat membantu mahasiswa agar  lebih mengenali secara spesifik panduan penyusunan hingga penulisan tanda baca, pengaturan spasi, maupun pengaturan tabel agar tidak lagi keliru saat menyusun skripsinya. Apalagi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan materi teknik mencari referensi yang kredibel dan tips membuat sitasi serta tips menyusun referensi akan memperkaya mahasiswa tentang cara menyusun skripsi yang berkualitas,” imbuh Rambu.

Antusias mahasiswa tinggi, dalam pantauan tim, terdapat 52 orang peserta. Walaupun dikhususkan bagi mahasiswa PJKR, namun mahasiswa dari Prodi turut ambil bagian. Misalnya mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris maupun dari luar UKAW.

Momen ini, materi yang ditawarkan panitia ialah: 1) Penyusunan skripsi sesuai template Prodi PJKR yang dipaparkan oleh Jusuf Blegur, 2) Tips mencari referensi yang kredibel untuk tugas akhir yang dipaparkan oleh Pnatmo W. Masi, dan 3) Teknik membuat sitasi dan menyusun referensi model APA yang dipaparkan oleh Zuvyati A. Tlonaen. Sedangkan diskusi ini dimoderatori oleh mahasiswa semester VII, Agustina H. Mauk.

Pnatwo melanjutkan sesi pelatihan. Dosen yang baru menyelesaikan program magang dosen dari Perguruan Tinggi Pembina Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung ini mengedukasi dan melatih peserta tentang tips mencari referensi yang kredibel. Ia lantas menyodorkan berbagai informasi dan pengalaman dalam mengoleksi referensi yan kredibel. Misalnya melalui platform google scholar, Sinta, Garuda, science direct, taylor and francis, dan lain sebagainya.

Informasi-informasi tersebut tentu awam bagi peserta. Untuk membantu peserta, wanita kelahiran 1987 ini juga selalu memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan simulasi di setiap sesi materinya. Melalui metode ini, peserta lebih praktis mengolah informasi melalui pengalaman belajar yang nyata. Di akhir materinya, Pnatmo juga berharap agar mahasiswa dapat memanfaatkan platform referensi tersebut agar bisa mendiskusikan hasil penelitian mereka dengan menggunakan referensi-referensi yang kredibel.

Pnatmo saat memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyimulasi pencarian referensi melalui google scholar

Zuvyati melengkapi sekaligus menutup sesi terakhir pelatihan dengan materi membuat sitasi dan menyusun referensi. Pertanyaan pembukan yang ia lontarkan ialah “Apakah yang kalian ketahui tentang sitasi?”. Mendengar jawaban peserta, Zuvyati melanjutkan materinya  dengan memberikan batasan khusus pada membuat sitasi dan menyusun referensi model American Psychological Association (APA).

Secara defintif serta jenis-jenis sitasi juga Zuvyati beberkan. Tidak terkecuali, dosen tetap pendidikan bahasa Inggris ini kerap melampirkan data-data hasil penelitian yang terpublikasi dari jurnal, prosiding, maupun buku kepada peserta dilanjutkan dengan peserta membuat contoh sitasi dan menyusun referensinya. Contoh-contoh operasional ini membuat peserta lebih ekspresif untuk menindaklanjutinya dengan membuat kutipan di awal paragraf maupun akhir paragraf sekaligus meencoba menyusun referensinya.

Zuvyati saat menyampaikan materi tentang membuat sitasi dan menyusun referensi model APA

Jusuf Blegur, selaku Ka. Prodi sekaligus sebagai narasumber mengemukakan bahwa para dosen datang dengan almamater yang berbeda, maka berpotensi menawarkan style selingkung yang berbeda. Itulah alasannya untuk menyamakan persepsi, Prodi telah menerbitkan template penyusunan proposal maupun skripsi.

“Akan tetapi, hal yang lebih substansi dari penerbitan template dan pelatihan ini ialah mempermudah mahasiswa saat menyusun proposal dan skripsinya yang bisa lebih cepat menyelesaikan waktu studinya. Karena selama ini, Prodi mencermati ada banyak waktu yang terbuang karena mahasiswa melakukan perbaikan hanya pada aspek template semata,” Jusuf melengkapi.

Pelatihan ini berjalan dengan baik dan lancar, namun begitu Prodi menyadari bahwa hal ini harus sering dilakukan baik melalui mata kuliah seperti Metodologi Penelitian maupun Seminar Penjas ataupun melalui pelatihan-pelatihan yang turut andil membantu mahasiswa untuk menyusun tugas akhir yang berkualitas tinggi. Prodi berkomitmen akan selalu memberdayakan segala sumber daya, baik internal maupun eksternal agar segala kebutuhan belajar mahasiswa dapat terjawab.

Sudah seharusnya Prodi menyasar program-program yang mendukung pengembangan diri dan juga percepatan studi mahasiswa. Ini bukan semata untuk memenuhi standar insturmen akreditasi, melainkan menjaga amanah moril dari masyarakat agar mahasiswa segera masuk ke “kamupus kehidupan” dengan membawa sejumlah

Komentar Anda?

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *