Pura-pura Kaya dengan Menyewa

  • Whatsapp
Ilustrasi
banner 468x60

Kata orang, asalkan punya uang, apa pun bisa dibeli. Mulai dari perhiasan, mobil hingga barang-barang mewah yang harganya selangit sekalipun, semua bisa dimiliki. Tapi kenyataannya tak semua orang kaya bisa membawa pulang tas dari butik ternama asal Prancis seperti Hermes. Konon Hermes hanya memilih orang-orang tertentu yang dianggap pantas memilikinya.

“Kalau kamu jadi VIP Hermes baru bisa dapat tas itu. Jadi VIP juga nggak gampang. Minimal setiap bulan harus belanja Rp 200 juta. Itu pun kamu harus beli barang-barang lain yang ada di butik, kayak baju, jam tangan, atau sepatu,” ungkap Meilisa, pemilik Little Black Bag Id, saat diwawancara detikX tahun 2018 lalu mengenai profesinya sebagai private shopper.

Selain sulit mendapatkannya, harga satu buah tas Hermes pun tak main-main. Seperti Hermes Birkin 30 Crocodile yang berwarna hijau emerald. Tas ini dijual dengan harga Rp 1,2 Miliar, setara harga rumah di Jakarta.

Michelle, seorang perempuan asal Surabaya punya ide brilian agar ‘semua’ orang bisa menenteng tas Hermes tanpa perlu bersusah payah apalagi mengocek kantong hingga dalam. Michelle yang juga hobi mengoleksi tas bermerek itu menyediakan jasa penyewaan tas branded.

Michelle merelakan aneka koleksi tas yang jumlahnya ada lebih dari 20 buah untuk disewakan. Dengan uang Rp 15 jutaan, pelanggannya sudah bisa membawa tas Hermes untuk dipakai selama seminggu. “Awalnya iseng-iseng aja, yang nyewa cuma satu dua orang. Ternyata peminatnya banyak dan sekarang udah ada ratusan,” ungkap pemilik akun Instagram @aroundtheworldsby.id ini.

Pandemi COVID-19 membuat Michelle beralih haluan. Awalnya ia membuka jasa PO alias pre order khusus barang branded. Bisnis ini ia mulai sejak tahun 2010. Dulu, dalam setahun, Michelle bisa terbang ke Eropa hingga tiga kali. Namun, karena pandemi, ia tidak bisa pergi ke luar negeri. Sejak saat itulah ia terbersit pemikiran untuk menyewakan koleksi tasnya. Merk tas yang disewakan pun bermacam-macam, mulai dari Hermes, Channel, Dior, Celine, LV sampai Fendi.

Michelle memanfaatkan celah dari tren tas mewah yang datang silih berganti. Pemilik tas ini biasanya tak akan memakai tasnya berkali-kali. Dari pada membeli, lebih baik memanfaatkan jasa sewa yang ditawarkan Michelle. Keuntungannya mereka bisa terus menerus gonta-ganti model tas baru.

“Kan capek ngikutin tren terus. Kalau belum mampu beli tapi pengin coba pergi ke acara sosialita, mereka lebih prefer sewa dari pada beli sendiri,” tutur Michelle yang juga memiliki usaha stempel makanan ini. Sejak beroperasi di awal tahun 2020, pelanggannya pun beragam. Tak hanya ibu-ibu sosialita, selebgram sampai ibu-ibu pejabat juga ada.

“Malah justru pelanggan saya banyak dari kalangan pejabat, yang kerjanya di DPR dan MPR juga ada,” katanya. Namun untuk memberikan kenyamanan kepada pelanggannya, Michelle sangat merahasiakan identitas mereka. “Kita keep secret identitas mereka. Karena mereka kan menyewa, kalau sampai ketahuan kan gengsi,” kata Michelle yang juga berjualan di e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee.

Tak cuma tas branded saja yang bisa disewa. Sudah empat tahun belakangan ini Yoko Suryanto menjalankan bisnis penyewaan mobil mewah di Bali. Usaha sewa mobil mewahnya ini melengkapi bisnis di bidang pariwisata dibawah brand Bali Travel Shop yang sudah ia jalani sejak tahun 2011.

“Nggak cuma penyewaan mobil mewah aja tapi kita juga ada paket tur, luxury yatch dan helicopter service juga ada,” ungkap direktur PT Ai Vacation and Travel ini.

Supercar yang disewakan Yoko merknya cukup beragam. Mulai dari Lamborghini, Porsche, Mini Cooper, Maserati hingga Rolls Royce. Total ada lebih dari 30 mobil. Tak semua mobil mahal itu miliknya sendiri, ada juga mobil titipan temannya yang merupakan sesama penyedia jasa penyewaan mobil.

Meski usaha paket turnya tengah mengalami penurunan karena pandemi COVID-19, bisnis penyewaan mobil mewah justru malah sebaliknya. “Laku banget. Mobil saya hampir nggak pernah pulang. Kalau dulu sehari cuma 1-2 mobil aja yang disewakan, sekarang bisa sampai 5 mobil dalam sehari,” ujar lulusan Universitas Udayana Bali tahun 2006 ini.

Mereka yang menyewa dengan tujuan untuk menemani liburan sekaligus pamer di Instagram. Pemilik akun Instagram @balitravel_shop ini sengaja menyediakan paket penyewaan berikut jasa fotografer handal agar kebutuhan kliennya terpenuhi. Selain itu Yoko juga melayani penyewaan mobil untuk keperluan syuting iklan, video klip maupun film. Demi merasakan duduk di atas jok mobil mewah ini, di antara pelanggannya sampai rela patungan.

“Ada juga yang menyewa mobil patungan. Paling banyak Mini Cooper atau Porsche Boxster,” katanya. Untuk menyewa mobil Mini Cooper, pelanggannya harus membayar uang sewa mulai dari Rp 3,5 jutaan per hari. Sedangkan untuk mobil seperti Roll Royce dibandrol dengan harga sewa Rp 40 jutaan per jam.

Seperti dikutip BBC, konsultan tentang image dan citra diri, Marian Rothschild mengungkapkan alasan di balik meningkatnya minat orang terhadap jasa penyewaan barang mewah semacam ini. Dengan sedikit mengubah gaya hidup agar terlihat lebih kaya, terbukti bermanfaat bagi karir jangka panjang seorang profesional. Jadi, ini seperti berinvestasi.

“Orang belakangan ini semakin menyadari bahwa mereka ingin semakin terlihat di hal-hal yang dinilai merupakan potensinya. Jadi, misalnya, mereka berinvestasi dengan membeli jam Rolex, menyewa sebuah mobil mewah, atau menggunakan pakaian bermerek,” tutur Rothschild. “Seperti burung merak yang mengembangkan bulu-bulunya dan seakan berucap, ‘Hei lihat saya!’” (detik.com)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *