Ratusan Perempuan lintas agama gelar aksi damai di kantor DPRD NTT

  • Whatsapp
Ratusan perempuan yang tergabung dalam gerakan perempuan lintas agama NTT menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD NTT, Rabu (10/5/2017).
banner 468x60

Kota Kupang, penanusantara.com Ratusan perempuan yang tergabung dalam gerakan perempuan lintas agama NTT menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD NTT, Rabu (10/5/2017).

Ratusan perempuan, terdiri Sinode GMIT, MUI NTT, Majelis Agama Budha Terafada Indonesia, Parisada Hindu Dharma Indonesia.

Read More

banner 300250
Karangan bunga yang terpampan depan kantor DPRD NTT
Karangan bunga yang terpampan depan kantor DPRD NTT

Pantaun media ini, Aksi itu dikawal ketat oleh aparat kepolisian. Dalam aksi tersebut Mereka berorasi dan membawa sejumlah karangan bunga bertuliskan, “Turut berduka cita akan matinya keadilan”, “Gereja masehi Injil di Timor berduka cita atas matinya keadilan di Indonesia”.

Koordinator aksi, Pendeta Dr. Mery Y. Kolimon mengatakan, bangsa Indonesia bukan negara agama tetapi negara kesatuan. Negara tidak boleh tunduk pada paham-paham radikalisme.

Ningsih mengatakan, sebagai warga negara harus menghormati proses hukum dan keputusan pengadilan di Indonesia. Namun, vonis majelis hakim terhadap Basuki T. Purnama mewjudkan ketidakadilan.

“Keputusan hakim bertentangan dengan fakta-fakta persidangan. Kami melihat keputusan hakim sangat kuat intimidasi oleh tekanan masa dan kepentingan politik kelompok tertentu,” ujar Kolimon.

Menurut Kolimon, gerakan dukungan mereka terhadap Ahok bukan karena agama dan etnis ataupun alasan identitas primodial lainnya. Menurut dia, Ahok wajib dibela karena Ahok tampil sebagai pemimpin yang visioner, jujur dan anti korupsi.

“Kepemimpinan Ahok selama menjadi gubernur DKI Jakarta menjadi bukti komitmennya pada nilai-nilai good governance. Ahok telah memberikan teladan nilai dan standar pelayanan publik bagi seluruh Indonesia,” kata Ningsih.

Dia juga menghimbau kepada penegak hukum khusunya pengadilan dan kejaksaan untuk selalu membela nilai-nilai keadilan dan kebenaran serta peradilan tidak boleh tunduk pada intimidasi massa dalam proses hukum selanjutnya.

Dian, Pito

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *