Riset Membuktikan Rendahnya Praktik Tentang Kespro Remaja di NTT

  • Whatsapp
banner 468x60

Kota Kupang, penanusantara.com РSesuai Hasil Riset Kerjasama antara Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas San Pedro (UNISAP) di sebelas kabupaten/Kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) membuktikan bahwa Praktik Tentang Kesehatan Reproduksi masih rendah.

Hal ini di sampaikan secara terbuka dalam Seminar Hasil Riset kerjasama UNS – Unisap Studi KAP (Knowledge, attitude, and practice)Tentang kesehatan reproduksi remaja di Indonesia di Hotel Amaris Kota Kupang, NTT.

Dalam pemaparannya Dr.D.Priyo Sudibyo, M.Si peneliti dari UNS menyampaikan bahwa sebesar 41,3% responden menyatakan bahwa mereka saling pegang tangan (meremas) ketika bercumbu dengan pacar sementara sebesar 22,1% menyatakan meraba bagian-bagian tubuh tertentu (misalnya payudara dan atau alat kelamin). sementara sebesar 10.6% melakukan peting, bahkan terdapat sebesar 18,3% yang melakukan Koitus.

Lebih lanjut Sudibyo menyatakan dari mereka yang melakukan Koitus tersebut, sebesar 42,1% menyatakan kadang-kadang menggunakan alkon, sementara yang menyatakan selalu menggunakan alkon sebesar 26,3%, sedangkan sisanya 31,6% menyatakan sama sekali tidak pernah menggunakan alkon.

“Hal ini tentu menunjukkan bahwa baru sebagian kecil remaja di Indonesia Khususnya NTT yang mempunyai pengetahuan tentang reproduksi secara benar dan informasi yang mereka terima selama ini mengenai hal tersebut masih sangat kurang walaupun ada informasi, namun di dapat dari sumber yang tidak kompeten seperti dari teman sebaya,” ucap Sudibyo, Rabu (11/10/2017).

Oleh karena itu menurut Sudibyo Edukasi mengenai kesehatan reproduksi sangat penting diberikan pada remaja, pasalnya, jika pengetahuan seperti ini belum didapat oleh remaja dikhawatirkan akan terjadi hal negatif. Misalnya, seperti pernikahan dini bahkan melahirkan sebelum tepat usia.

Hadir pada kesempatan ini para rohaniawan, perwakilan pemerintah dalam hal ini Dinas Terkait BKKBN Pemprov NTT, para akademisi dari Poltekkes dan para civitas akademik Universitas San Pedro.

Sampel dari penelitian ini adalah Kota Kupang, Flores Timur, Sabu Raijua, Belu, Kabupaten Kupang, Nagekeo, Manggarai, Ngada, Ende Sikka dan Rote Ndao sebagai keterwakilan dari 22 kabupaten/kota di NTT.

Armand Hote, Pito Atu

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *