Rugikan Ribuan Veteran di Belu dan Malaka, Badan Pengurus BPMKH-VRI NTT Dilaporkan ke Polda NTT

  • Whatsapp
banner 468x60

Kota Kupang, penanusantara.com – Barisan Pembela Martabat Kehormatan dan Hak Veteran RI (BPMKH-VRI) NTT diduga telah merugikan ribuan veteran baik itu di Kabupaten Belu dan Malaka.

Hal ini dikatakan Kuasa Hukum LVRI NTT, Belu dan Malaka, Francisico Bessi usai melaporkan Stefanus Nahak dan kawan-kawannya ke Polda NTT, Kamis, 09 April 2020 siang.

Read More

banner 300250

Laporan itu terdaftar dalam nomor STTL/B/158/III/RES/.1.24/2020/SPKT tertanggal 09 April 2020 Polda NTT, terkait dugaan tindak pidana pelanggaran UU Veteran.

Didampingi Sekretaris DPD LVRI NTT Nikolaus Dawi, Ketua DPC LVRI Belu Stefanus Atok Bau dan Ketua DPC LVRI Kabupaten Malaka, Francisco Bessi mengatakan bahwa pihaknya telah melapor Stefanus Nahak bersama kawan-kawannya.

Menurut Sisco sapaan akrabnya, Pihaknya melapor, dimana sesuai UU dan Kepres, pihaknya LVRI adalah organisasi yang benar.

“Tindakan dari mereka sudah merugikan ribuan veteran khususnya di Atambua dan Malaka yang mana mereka di sana tidak mendapatkan hak-haknya karena tidak melalui jalur yang benar,” ujar Sisco.

Ditambahkan Sisco, Pihaknya melapor agar proses ini bisa mendapatkan kepastian hukum.

“Apakah organisasi LVRI dibawah kepemimpinan pak Stanis Lau Dawu dan kawan-kawan atau apakah Pembela Martabat Kehormatan dan Hak Veteran RI,” ungkapnya.

Dijelaskan Sisco, lontaran atau tuduhan yang disampaikan BPMKH-VRI selama ini sudah melampui kewenangan dan tuduhan adanya veteran palsu sangat meresahkan dan merugikan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris DPD LVRI NTT Nikolaus Dawi pada kesempatan yang sama mengatakan, Pihaknya telah membuat laporan yang telah dibuktikan dengan surat laporan ini.

“Biar hukum yang menentukan kebenaran yang sebenarnya, kami sudah menyerahkan sepenuhnya ke kuasa hukum,” jelas Dawi sebagai Pelapor. (tim)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *