Tanggap Laju Covid-19 di Flotim, Lurah Waibalun Perketat Gerakan 5M

  • Whatsapp
Kantor Lurah Waibalun, Flores Timur.
banner 468x60

Larantuka, penanusantara.com – Sejak Kamis (24/06), situasi pandemi Covid-19 di Kabupaten Flores Timur kian memburuk. pasalnya, berdasarkan informasi dari Satuan Tugas (SATGAS) penanganan covid-19 kabupaten Flores Timur, jumlah pasien terpapar covid-19 sebanyak 206 pasien.

Melalui surat edaran Bupati Flores Timur,  Antonius Hubertus Gege hadjon, ST, perihal waspada terhadap penularan Covid 19, Lurah Waibalun,Yustinus Andreas S. Weking, S.Sos menindaklanjuti dan mempertegas himbauan soal protokel kesehatan (Prokes).

Read More

banner 300250

Kepada Pena Nusantara, Yustinus Andreas menyampaikan berpedoman instruksi tersebut, penegasan beliau selaku Lurah terkoneksi dengan kesadaran masyarakat perihal gerakan 5M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi).

“Kemarin sempat diumumkan, bahwa setiap masyarakat yang bepergian atau keluar rumah, harus menggunakan masker. Walau hanya sekedar ke kios atau berada di tempat tertentu juga tetap perhatikan masker dan cuci tangan,” tegasnya

Mengingat situasi dan kondisi masih belum kondusif, dan dengan pengadaan fasilitas dari pihak kelurahan guna menekan laju pandemi, masyarakat diharapkan menempatkan media cuci tangan disetiap rumah.

“Tahun lalu kami mengadakan 600 buah wadah cuci tangan, kemudian dibagikan ke setiap rumah. Sehingga kami tegaskan lagi bahwa setiap rumah harus ada media cuci tangan,” tegasnya lagi

Di kelurahan Waibalun, informasi mengenai jumlah pasien terpapar corona virus sebanyak 25 pasien, 9 diantaranya dinyatakan sembuh dan 2 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Dikonfirmasi Yustinus Andreas, salah satu dari 25 pasien positif covid-19 adalah aparatur kelurahan, sehingga semua unsur dan elemen yang bertugas dalam instansi tersebut mengikuti rapid test antigen.

Dari hasil rapid test antigen yang dilakukan antara lurah dan sejumlah aparatur kelurahan, menunjukkan hasil negatif.

“Untuk jumlah pasien positif covid disini, terdapat 25 pasien, yang diantaranya 9 orang dinyatakan sembuh, dan 2 orang meninggal dunia. Tetapi yang meninggal itu orang tua dan dengan penyakit bawaan,” kisahnya.

“Karena salah satu pasien itu adalah aparatur kelurahan, maka kami juga lakukan rapid test antigen dan hasilnya negatif,” tambah Yustinus Andreas.

Selain itu, polarisasi penanggulangan covid-19, diupayakan melalui satgas kelurahan yang terdiri dari pemerintah kelurahan dengan Puskesmas Oka.

Menurut Lurah Waibalun, Yustinus Andreas, hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi masyarakat luar daerah yang masuk di kelurahan waibalun, maupun masyarakat yang bepergian ke luar daerah sehingga dapat terpantau.

“Satgas penanganan covid kelurahan terdiri dari pihak kelurahan dengan pihak Puskesmas Oka, kalau untuk Pelabuhan Ferri, itu tugas dari Satgas Kabupaten,” tuturnya.

Mengingat keadaan ditengah pandemi, besar harapan Lurah Waibalun, Yustinus Andreas tentang vaksinasi covid-19 agar segera dipercepat pemerintah pusat, mengingat kondisi dan aktivitas belajar anak sekolah yang dibatasi pandemi covid-19. (Paul Kebelen)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *