Tarian Bonet Khas Amfoang Turut Meriahkan Perarakan Lentera Konas XV di Kota Kupang

  • Whatsapp
banner 468x60

Kota Kupang, penanusantara.com – Dalam Pembukaan Konsultasi Nasional (Konas) XV dan Expo yang diselengarakan Gereja Injil Di Timor (GMIT) di GMIT Center Kota Kupang Jl.Frans Seda turut dimeriahkan oleh tarian Bonet khas Amfoang pada, Rabu (19/10/2022) sore.

Konsultasi Nasional XV Forum Komunikasi Kaum Bapak Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia akan dilangsungkan pada 20-23 Oktober 2022 di Kupang. Dengan tema bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa (Roma 12:12).

Perarakan Lentera dari Gereja Ebenheser Oeba bersama rombongan yang diiringi dengan Drum Band dari Sekolah-Sekolah di Kota Kupang yang turut ambil bagian.

Setelah penyerahan Lentera dari dua penjaga Lentera Ibu Pendeta Dorkas dan Pendeta Ine yang diterima oleh Pendeta Gayus Polin selaku wakil ketua Sinode GMIT, parah penari Bonet dari Amfoang Kabupaten Kupang yang berjumlah turun memeriahkan acara tersebut dengan menampilkan tarian Bonet.

Tarian Bonet tersebut juga diikuti seluruh tamu undangan yang juga ingin menari bersama penari Bonet tesebut.

Selain tarian yang mencuri perhatian, kain tenun ikat yang bernama Aisat motif khas Amfoang juga turut mencuri perhatian tamu undangan dan masyarakat karena seluruh penari baik laki-laki dan perempuan menggunakan motif dan warna yang sama sehingga kekompakan kelompok tersebut terlihat.

Uniknya penari Bonet tersebut yang berjumlah 35 orang merupakan Bapak-bapak dan Mama-mama yang sudah lanjut usia namun mereka masih sangat semangat menampilkan tarian Bonet. Usia penari tersebut berkisar antara 50 hingga 60 ke atas.

Jhon Tamoes selaku ketua adat Lelogama dan ketua tarian Bonet mengungkapkan, dari tarian Bonet yang di peragakan tersebut menggambarkan satu ikatan yang erat di masyarakat mulai dari kota hingga pelosok Desa.

Tarian Bonet tersebut merupakan tarian khas Amfoang khususnya Kelurahan Lelogama.

“Dari lingkaran yang bentuknya bulat menjadi satu ikatan yang erat dari kota sampai pedesaan, tarian Bonet yang kami tampilkan itu dari dulu kala kita kenal menjadi salah satu tarian untuk kita wilayah suku Amfoang paling khusus di wilayah kelurahan Lelogama,” ujar Jhon.

Selain tarian, dalam Pembukaan dan Expo tersebut juga terdapat 46 stand UMKM-UMKM yang menjual berbagai macam kain tenun ikat, aneka kuliner, cenderamata, dan aksesoris.

Tenunan terdapat 20 stand, Kuliner 14 stand, Aksesoris 4 stand, Hasil Pertanian dan Olahan 4 stand, Hasil Industri 2 stand dan 1 stand yang diisi toko Buku Gunung Mulia dan 1 stand khusus untuk Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang turut memeriahkan Expo tersebut. Stand UMKM tersebut dibuka mulai hari Rabu 19-23 Oktober dari jam 9:00 (sembilan) pagi hingga jam 21:00 (sembilan) malam.

Laporan : Frengki Ladi

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *