Tidak Direstui Keluarga Wanita dan Akibat Kawin Lari, Pria di Sumba Dihukum Gantung

  • Whatsapp
Mario Mardi Natriti, korban penganiayaan digantung dengan kepala di bawah.
banner 468x60

Kupang, penanusantara.com – Sebuah video beredar luas di media sosial dan menjadi perhatian netizen Nusa Tenggara Timur, Minggu (25/10/2020). Peristiwa itu terjadi di Desa Rama Dana, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Video berdurasi 1.11 menit itu menunjukan, seorang pria tergantung dengan posisi kepala dibawah. Sementara di sekelilng pria bertubuh kecil itu duduk sekelompok orang, bahkan terdapat juga dua anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) berseragam lengkap.

Read More

banner 300250

Dalam postingan dalam group facebook berita sumba barat daya II, sebuah akun bernama Tujuh Juli Yuli yang mengaku sebagai ibu kandung korban menyatakan, anaknya bukan pelaku kriminial yang harus menerima hukuman keji seperti itu. Bahkan setelah kejadian itu anaknya kini terbaring di rumah sakit.

Postingan akun facebook Tujuh Juli Yuli yang merupakan ibu kandung korban.
Postingan akun facebook Tujuh Juli Yuli yang merupakan ibu kandung korban.

“Terimakasih sudah menerima  saya bergabung digrup iniSaya pekerja sebagai ibu rumah tangga dinegri orang saya mohon kepada bapak penegak hukum dan terkususnya bapak kepala Negara RI mengharapkan keadilan atas.hakasasi anak saya yang diperlakukan seperti binatang.anak saya bukan pelaku kriminal yang mesti digantung dan disiksa dan dijadikan tontonan umum dan sekali lagi saya mohon kepada semua pihak dan siapapun yang membantu saya dan anak saya yang masih terbaring dirumah sakit  hingga saat ini,” tulisnya dalam postingan itu.

Menurut akun tersebut, anaknya disiksa dengan cara digantung kepala dibawa karena membawa lari sang pacar pasca tidak disetujui hubungan mereka oleh keluarga wanita. Setelah ditangkap, anaknya kemudian diberi hukuman gantung pada tanggal 22 Oktober, di Desa Rama Dana, RT 03, Dusun 1.

“Masalanya anak saya ini yang disiksa digantung seperti binatang dia pacaran dengan si perempuan yang sama-suka, karena mereka tidak disetujui jadi mereka kabur dari rumah melarikan diri akhirnya mereka ditangkap pihak keluarga perempuan. Anak saya disiksa digantung seperti binatang. Kejadiannya tanggal-22-10-2020, kejadiannya di Sumba Barat Daya, Kecamatan Loura Desa Ramadana Rt3, dusun 1,” ungkap Tujuh Juli Yuli.

Kejadian ini sudah dibagikan lebih dari 200 akun di berbagai group facebook dan ramai ditanggapi oleh netizen. (*/Dian)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *