Tinggalkan Paripurna, Rin Duka : Suara DPRD Hanya Jadikan Irama Pengantar untuk Bupati buat Alasan

  • Whatsapp
Bupati Belu Taolin Agustinus dan Anggota DPRD Belu Kristo Rin Duka
banner 468x60

Atambua, penanusantara.com – Peristiwa tak terduga kembali terjadi pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (19/6/2022).

Pasalnya, bupati belu Taolin Agustinus meninggalkan
sidang paripurna IV DPRD Belu soal pertanggungjawaban pemerintah daerah (Pemda) kepada tenaga kontrak daerah (Tekoda).

Read More

banner 300250

Ketika Sidang Paripurna akan dimulai, banjir interupsi langsung mewarnai rapat paripurna tersebut.

Sebagian anggota DPRD Belu, silih berganti melayangkan interupsi sejak awal rapat paripurna hendak dimulai.

Anggota DPRD Belu, Kristoforus Rin Duka dari partai Demokrat ketika dihubungi media ini, menanggapi inseden bupati Taolin Agustinus meninggalkan ruang sidang, menurutnya bupati, wakil bupati dan sekda tidak boleh gegabah untuk tinggalkan ruangan sidang.

Dikatakan Rin Duka, dalam sidang sebelumya ada kesepakatan bahwa sebelum melanjutkan sidang yaitu jawaban bupati terhadap pemandangan umum fraksi pendemo di terima terlebih dulu.

Ditanyai soal, kode etik bila bupati meninggalkan ruang sidang, dijelaskan Rin Duka, kode etik masing-masing menjunjung tinggi dan dinamika sidang.

Menurut Rin Duka, dengan bupati meninggalkan ruang sidang itu artinya seakan suara dprd hanya dijadikan irama pengantar untuk bupati membuat alasan dan mengambil kesimpulan dan tinggalkan ruang sidang.

“tapi seakan-akan suara DPR hanya di jadikan irama pengantar untuk bupati buat alasan dan mengambil kesimpulan dan tinggalkan ruangan sidang,” tegasnya.

Soal kehujanan interupsi itu hal biasa, ia meminta bupati Taolin Agustinus jangan menyimpan dalam hati.

Berbeda, Ketua DPRD Belu, Jeremias Manek Seran Jr membantah pemerintah dalam hal ini Bupati Belu lari meninggalkan ruang sidang paripurna yang berlangsung.

Ketua DPRD Belu ini menegaskan pemerintah tidak meninggalkan sidang, tetapi karena situasi dan kondisi yang kurang baik lantaran adanya saling interupsi sesama anggota DPRD Belu yang berakhir nyaris ricuh.

Penegasan ini disampaikan Jeremias Manek Sera  yang adalah politisi Demokrat Belu itu ketika dikonfirmasi Oke NTT usai memimpin sidang dengan agenda penyampaian jawaban pemerintah terhadap pandangan umum fraksi-fraksi. (*pn)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *