Yayasan Nusa Taruni Bhakti Gandeng Polres Ende dan ACIL Gelar Aksi Pungut Sampah

  • Whatsapp
Suasana aksi membersihkan sampah.

Ende, penanusantara.com – Untuk mewujudkan cinta terhadap lingkungan hidup, Komunitas Kampus Santa Ursula Ende dibawah naungan Yayasan Nusa Taruni Bhakti menggalang aksi pungut sampah di pantai Kota Raja.

Dalam aksi tersebut, Komunitas Santa Ursula menjaring kepedulian bersama Komunitas Anak Cinta Lingkungan (Acil) Ende dan Tim Polres Ende, secara kolektif aktifkan perhatian terhadap lingkungan.

Read More

Hal ini disampaikan Ketua Yayasan Nusa Taruni Bhakti, Suster Lidwina Suharti, OSU, di pesisir pantai Kota Raja, Kabupaten Ende, Pada (15/5/2021).

Suster Lidwina mengutarakan, aksi pungut sampah merupakan teladan nyata yang patut dijalankan para murid disetiap jenjang baik SD, SMP hingga mahasiswa STPM Santa Ursula.

“Teladan nyata yang kita aksikan hari ini, sungguh selaras dengan pekan ‘Laodato Si’. Karena Laodato Si, merupakan ensiklik kedua Paus Fransiskus, yang memberi pesan tentang kepedulian manusia memelihara alam ciptaan sebagai rumah umat manusia,” katanya.

Suster, Lidwina menerangkan, Paus Fransiskus, lewat ensiklik Laodato Si, mengajak  semua untuk bersama – sama memberi perhatian sungguh pada jeritan bumi dan orang miskin.

Oleh karena itu, lanjutnya, perlunya pendekatan komprehensif yang mengintergrasikan lingkungan secara utuh sebagai landasan hidup sosial, ekonomi, budaya hingga praktek dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk itu, menurutnya, Yayasan Nusa Taruni Bhakti terus menerus menularkan semangat mencintai alam dalam karyanya melalui lembaga pendidikan yang peduli terhadap lingkungan alam.

Selain itu, memelihara alam tidak saja membersihkan sampah, melainkan juga menanam pohon dan aneka jenis tanaman lainnya. Sehingga, keutuhan alam benar terjaga dan terlestari.

Kondisi Bumi Sedang Sakit

Selain itu, Suster Lidwina mengatakan, dalam pendidikan di Yayasan Nusa Taruni Bhakti, ada tiga hal penting yang harus perhatikan yakni Doa, edukasi dan aksi. Maka itu, memelihara alam tidak hanya lewat doa semata melainkan ada penyadaran dan aksi edukatif.

Dia menuturkan, apabila bumi tidak dirawat dari sekarang, lantas, bagaimana dengan nasib generasi penerus dikemudian hari.

“Ya kalau bumi kita tak rawat, bagaimana dengan nasib anak dan cucu kita kedepan.” tuturnya.

Ia menyadari bahwa kondisi bumi saat ini sedang sakit, maka itu perlu butuh kerja kolektif dari semua pihak untuk terpanggil menjaga, merawat dan melestarikan alam. kewajiban ini meruapkan bukti cinta kita kepada generasi penerus di masa mendatang.

Soal Sampah “Kesadaran Jadi Problem”

Menurutnya, soal sampah, kesadaran menjadi problem besar dalam mengatasi masalah sampah di kabupaten ende khususnya. Karena, sistem yang diterapkan, belum sepemuhnya dijalankan sampai ke akar rumput.

Oleh karena itu, Ia menegaskan, uapaya untuk membangun kesadaran bersama untuk menjawabi cita – cita dunia yakni menjaga, merawat, dan melestarikan alam maka perlu ditingkatkan.

Selain itu, Komunitas Acil sendiri, terus – menerus gencar melakukan literasi ekologi, tidak hanya berjalan di aspek pemanfaatan sampah tetapi juga soal menjaga, merawat dan melestarikan alam bumi.

Maka itu, hal yang penting dilakukan adalah membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga, merawat, dan melestarikan keutuhan alam. Sehingga, aksi peduli sampah dapat menjalar hingga ke anak cucu di masa mendatang.

Sementara itu Kapolres Ende melalui Kasad Sabhara Polres Ende, Iptu. Ronny N. Gonsal, SH mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab bersama termasuk pihaknya dari Polri secara umum, khususnya di Polres Ende

“Kami dari Polres Ende selalu siap jika dibutuhkan kapan saja, karena bagi kami untuk mewujudkan bumi yang bersih adalah tanggung jawab moral kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan, tugas kita adalah untuk menjaga bumi sebagai ibu kita tetep bersih,” tutup Iptu. Ronny N Gonsal, SH. (Tores)

Komentar Anda?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *